Kamis, 28 Mei 2009

PENGGEMUKAN SAPI IMPORT AUSTRALIA


USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG

BAKALAN IMPOR AUSTRALIA

JENIS SAPI SIMMENTAL (METAL) ATAU LIMOUSINE

 

 

Jumlah sapi di Indonesia sekarang ini sangat sedikit dibanding jumlah penduduknya. Berbeda dengan Australia jumlah sapinya jauh lebih banyak dibanding jumlah penduduknya. Di Indonesia per Maret 2009 terdapat 15.500.000 ekor sapi dan April 2009 hanya terdapat 11.500.000 ekor sapi. Sebulan berkurang 4.000.000 ekor sapi. Padahal tahun 1998 populasi sapi di Indonesia berjumlah 25.000.000 ekor sapi. Indonesia perlu 50.000.000 ekor sapi.

Jumlah sapi semakin berkurang tetapi ternyata kebutuhan daging semakin meningkat. Sungguh ironis. Meningkatnya kebutuhan daging berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Banyaknya jumlah penduduk Indonesia ikut andil dalam carut marutnya ketersediaan daging sapi.

Problem diatas mengakibatkan “DEMAND” dan “SUPLY” TIDAK SEBANDING. Akibatnya harga daging sering mengalami kenaikan karena tingginya permintaan. Problem diatas memberikan gambaran peluang usaha penggemukan sapi potong di Indonesia sangat prospek. Semoga saja dalam waktu 10 tahun kedepan yaitu tahun 2019 kekurangan jumlah sapi ini bisa diatasi.

Jika melakukan usaha penggemukan sapi potong maka kami pilih sapi bakalan impor Australia jenis Simmental atau Limousine. Mengapa??? Karena jenis sapi Simmental atau Limousine memiliki kelebihan dibandingkan sapi lainnya, antara lain :

-         Kenaikan berat badan/hari paling tinggi dibanding jenis sapi lainnya. Jenis Simmental (metal) atau Limousine kenaikan berat badannya rata – rata 1,2 kg / hari

-         Perlakuan makan mudah meskipun musim kemarau

-         Tahan penyakit

-         Angka ketahanan hidupnya tinggi > 75%

-         Daging lebih banyak (karkas)

-         Bobot jantan dewasa rata – rata 1.100 kg dan betinanya 800 kg

USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG SKALA 10 EKOR SAPI

1.     Modal 10 sapi = Rp. 27.500,- x 270 kg x 10ekor = Rp. 74.250.000,-

2.     Luas kandang koloni = 15 m2 / ekor x 10 ekor = 150 m2

3.     Pemeliharaan 90 hari.

Ø 90 hari x Rp. 10.000,- / hari (pakan) x 10 ekor = Rp. 9.000.000,-

Ø Berat berat beli = 270 kg x 10 ekor = 2.700 kg

Ø Kenaikan berat 90 hari = 1,2 kg/hari x 90 hari x 10 ekor = 1.080 kg(kenaikan 40%)

Ø Jumlah berat saat dijual = 2.700 kg + 1.080 kg = 3780 kg

Ø Harga penjualan  = Rp. 27.500,- x 3.780 kg = Rp. 103.950.000,-

Ø Modal beli sapi    = Rp. 74.250.000,-

Ø Biaya Pakan        = Rp.  9.000.000,-

================================= +

     Jumlah modal = Rp. 83.250.000,-

Ø LABA – RUGI

Hasil Penjualan   = Rp. 103.950.000,-

Jumlah modal      = Rp.  74.250.000,-

================================= -

Laba 3 bulan       = Rp.                         20.700.000,-          23,52% )

Laba 1 bulan       = Rp.    6.900.000,-       7,84% )

Gaduh / maron    = Rp.    3.000.000,-       3,92% )

Deposito bank     = 6,5% / tahun

                            = 0.54% / bulan

                            = 0,54% x Rp.79.200.000,-

                            = Rp. 440.550,-

Ø Hasil Samping

Jual kotoran sapi = Rp. 500,- / hari x 25 kg x 90 hari x 10 ekor

                            = Rp. 11.250.000,- 3 bulan

4.    JUMLAH PENGHASILAN 10 EKOR SAPI

Ø Laba 3 bulan                 = Rp. 20.700.000,-

Ø Kotoran sapi 3 bulan    = Rp. 11.250.000,-

================================= +

     Jumlah                     = Rp. 31.950.000,-     38,23% )

Penghasilan / bulan       = Rp. 10.650.000,-     12,74% )

 

 

USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG SKALA 50 EKOR SAPI

Ø Penghasilan 10 ekor sapi / bulan               = Rp. 10.650.000,-

Ø Penghasilan 50 ekor sapi / bulan               = Rp. 10.650.000,- x 5

                                                                      = Rp.  53.250.000,-

Ø Gaji 5 karyawan = 5 x Rp. 750.000,-        = Rp.    3.750.000,-

                            ==================================+

                            Penghasilan / bulan           = Rp. 49.500.000,-

 

Ø Modal 50 ekor sapi = Rp. 83.250.000,- x 5         = Rp. 416.250.000,-

Ø Luas kandang koloni = 15 m2 / ekor x 50 ekor = 750 m2

 

 

 

PENJUALAN SAPI (PEMASARAN)

Setelah masa 90 hari penggemukan sapi maka tiba saatnya menjual sapi (panen) dan kemudian membeli lagi bibit bakalan sapi impor. Tidak ada problem dalam dalam penjualan sapa jenis Limousine atau Simmental (metal) dan justru sapi Limousine atau Simmental banyak dicari peternakuntuk digemukkan lagi, dijual di pasar sapi tradisional maupun permintaan RPH untuk dipotong.

Perhitungan usaha di atas adalah harga membeli Rp. 27.500,- / kg dan menjualnya juga sama Rp. 27.500,- / kg. Keuntungan peternak diperoleh dari kenaikan berat badan sapid an penjualan kotoran sapi. Dipasaran bisa berbeda karena pembeliannya dilakukan dengan “tafsiran” dan biasanya lebih mahal daripada harga timbang. Nilai tambah sapi impor langsung lebih mahal jika dibandingkan dengan sapi yang sejenis tapi keturunan lokal.

Setelah 90 hari penggemukan dan jika peternak menjual sapinya maka lumrah harga jualnya diatasRp. 27.500,- karena sapinya bukan keturunan local, tongkrongan sapi biasanya lebih baik dibanding keturunan lokal hasil kawin suntik.

PEMBELIAN BIBIT SAPI BAKALAN IMPOR AUSTRALIA

Selaku importir, kami mendatangkan sapi langsung dari Australia. Bibit sapi bakalan impor adalah sapi jenis Simmental, Limousine, Brahman Cross atau daging sapi bersertifikat halal untuk Indonesia.

Untuk usaha penggemukan sapi potong di Indonesia maka perusahaan kami sengaja memilih impor jenis Sapi Simmental atau Limousine dan berat rata – ratanya adalah 270 kg. Sapi Simmental atau Limousine dengan berat 270 kg adalah yang masih muda. Titik pertumbuhan sapi berada pada titik beradapada titik tumbuh optimal sehingga pas sekali untuk memulai usaha penggemukan sapi potong. Kondisi sapi Simmental atau Limousine dating di Indonesia dalam kondisi sehat, sapi jantan, sudah kastrasi, tanpa keluh, dan bebas penyakit mulut / kuku, Antrax dan bebas sapi gila. Pembelian sapi dikirim ke kandang pembeli / peternak.

Pembeli sapi impor Australia tidak perlu khawatir sapinya mati di jalan. Sebab, telah dijamin oleh asuransi. Jika terhadi kematian atau truk pengangkut mengalami kecelakaan sehingga sapinya mati atau kakinya patah maka pihak asuransi akan mengganti sapi yang mengalami musibah tersebut. Dalam pengiriman 1 kapal dengan pesanan 2.000 ekor sapi maka dari pihak exportir Australia membawa 2.200 ekor sapi. Jika ada kematian sapi karena sakit atau kecelakaan maka sapi pesanan tadi diganti langsung dan diambilkan dari sapi cadangan yang brjumlah 200  ekor sapi.

USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG

DI KANDANG KOLONI & KANDANG KELUH

LUAS LAHAN 1 HEKTAR

350 EKOR SAPI

 

 

MODAL INVESTASI

1.   Pembelian tanah 10.000 m2 x Rp. 100.000,- / m2 = Rp. 1.000.000.000,-

2.   Bangunan kandang lengkap                                 = Rp. 1.764.500.000,-

============================================ +

Jumlah                                     = Rp. 2.764.500.000,-

    Biaya cadangan 10 %              = Rp.    276.500.000,-

                                 ============================================ +

                                 Jumlah investasi tanah dan bangunan        = Rp. 3.040.950.000,-

 

3.   Modal kerja 3 bulan                                             = Rp.    381.000.000,-

4.   Pembelian 350 ekor x Rp. 27.500,- x 270 kg                = Rp. 2.598.750.000,-

============================================ +

    Jumlah investasi / modal                   = Rp. 6.020.700.000,-

 

PENJUALAN SAPI

1.     Hasil penjualan :

= 350 ekor x (270 kg + (1,2 kg x 90 hari)) x Rp. 27500,-

= 350 ekor x 378 kg x Rp. 27.500,-

= Rp. 3.638.250.000,-

 

2.     Modal kerja 3 bulan :

Ø Pembelian 350 ekor x 270 kg x Rp. 27.500,-       = Rp. 2.598.750.000,-

Ø Pakan, gaji, dll                                             = Rp    381.000.000,-

                                      ============================================== +

                                      Jumlah modal kerja                 = Rp. 2.979.750.000,-

 

3.     Laba – Rugi

Ø Penjualan sapi     = Rp. 3.638.250.000,-

Ø Modal kerja bulan         = Rp. 2.979.750.000,-

================================ +

Laba 3 bulan       = Rp.    658.500.000,-

 

4.     Produk samping (kotoran sapi):

= Rp. 500,- x 25 kg / hari x 90 hari x 350 ekor sapi

= Rp. 393.750.000,-

 

5.     Penghasilan 3 bulan

Ø Laba penjualan                        = Rp. 658.500.000,-

Ø Kotoran sapi                           = Rp. 393.750.000,-

================================ +

Jumlah penghasilan                = Rp. 1.052.250.000,- / 3 bulan

 

6.     Penghasilan 1 tahun

= Rp. 1.052.250.000,- x 4                = Rp. 4.209.000,-

 

 

 

7.     Titik balik modal / B.E.P.

Ø Jumlah investasi                      = Rp. 6.020.700.000,-

Ø Jumlah penghasilan                 = Rp. 4.209.000.000,-

Ø B.E.P.                                      = 1,5 tahun

 

8.     Catatan :

Ø B.E.P. bisa <>2.

Ø Lokasi kandang harus bisa dicapai oleh truk.

Ø Jika tenaga ahli dam aka air kencing sapi bisa dijadikan pupuk.

Ø Selama digemukkan dan jika ada sapi yang tongkrongannya istimewa maka jangan keburu dijual. Lebih baik dipelihara dulu dan biasanya juga menunjukkan kenaikan berat badan yang istimewa. Selanjutnya sapi tersebut bisa sebagai PEJANTAN dan jika dijual harganya mahal atau untuk PRESTISE KANDANG.

 


 

ΩΩΩ Surabaya, 27 Mei 2009 ΩΩΩ

Semoga bermanfaat

 



PERHITUNGAN LABA BERSIH PER TAHUN

 

# Penjualan sapi setelah penggemukan selama 3 bulan

= 350 ekor x (270 kg + (1,20 kg x 90 hari)) x Rp. 27.500,-

= 350 ekor x 378 kg x Rp. 27.500,-

= Rp. 3.638.250.000,-

 

# Penjualan – modal kerja (laba bersih 3 bulan)

= Rp. 3.638.250.000,-    -      Rp. 2.979.750.000,-

= Rp.  658.500.000,-

 

# Laba bersih 1 tahun

= Rp. 658.500.000,- x 4

= Rp. 2.634.000.000,-

 

#Laba bersih 1 tahun – investasi tanah &bangunan fisik

= Rp. 2.634.000.000,-    -      Rp. 3.040.950.000,-

=Rp.   406.950.000,-

 

#B.E.P  = (3.040.950.000 / 2.634.000.000) x 1 tahun

             = 1,15 tahun

             = 1,2 tahun

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar